Bukan tokoh inspirasi yang baik

TOkoh Inspirasi

Tony Stark

Tony Stark merupakan aktor dalam film Iron Man dan Iron Man 2 sebagai aktor utama. Nama sebenarnya dari aktor ini adalah Robert Downey Jr. Seorang artis Hollwood yang memerankan peran yang sangat inspiratif bagi saya. Salah satunya adalah Iron Man. Dalam Iron Man Robert Downey Jr. berperan sebagai Tony Stark.

Dalam film Iron Man 1 ataupun  Iron Man 2, Tony merupakan seorang ilmuwan yang mewarisi perusahaan ayahnya. Perusahaan yang bergerak dalam bidang persenjataan dan teknologi. Tony merupakan seseorang yang sangat jenius, karena terlalu jeniusnya dia sampai diculik oleh segerombolan penjahat yang memintanya untuk membuatkan sebuah rudal penghancur super untuk mereka dari rudal rudal yang ada dimodifikasi. Tetapi Tony tidak membuat rudal seperti keinginan mereka, dia malah membuat baju perang yang sangat canggih dengan kejeniusannya. Baju perang itu digerakkan dengan generator super yang dia buat sendiri berdasarkan konsep kerja dari alat yang membantu jantungnya agar tetap hidup. Dia pun berhasil lolos dari para penjahat itu.

Sepulang dari tempat penculikan itu, dia mengembangkan baju perang tadi menjadi lebih efektif efisien, modern dan lebih canggih lagi di labnya sendiri. Baju perang itu dia pakai untuk menghentikan kejahatan kejahatan yang ada.

Itu merupakan bagian yang menginspirasi dari film Iron Man 1. Sebagai seseorang yang jenius, dia dapat menyelesaikan masalahnya sendiri dengan kejeniusannya dan juga melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Dalam Iron Man 2 dia diminta menyerahkan baju perangnya kepada pemerintah AS. Tetapi dia tak mau, karena dia berfikir dengan dirinya sendiri saja sudah cukup untuk menyelesaikan pemasalahan yang cukup sulit dalam hal konflik atau peperangan. Dalam pemikiran saya, pada saat itu Tony mungkin juga bertindak agar baju perangnya tidak disalahgunakan oleh orang orang yang tidak bertujuan baik. Tetapi di Iron Man 2 ini sang aktor merasa putus asa karena pemakaian baju perang itu membuat dirinya keracunan. Rahasia dari baju perang tersebut adalah adanya generator yang dapat menghasilkan energi yang sangat besar untuk menggerakkan baju perang tersebut. Generator itulah yang membuat Tony keracunan. Ditambah lagi di Iron Man 2 dia memiliki musuh yang juga ilmuwan jenius. Rancangan generator itu juga dimiliki oleh ilmuwan tersebut karena sebelumnya, generator itu sudah ada yang membuatnya yaitu ayah Tony dan ilmuwan itu. Karena Tony sudah mulai keracunan, dia mulai menjadi lemah. Ilmuwan jahat itu memproduksi robot dengan generator super itu tadi.

Tony pun berusaha membuat generator yang lebih kuat lagi dan juga tidak membuatnya keracunan. Dia membuka data – data ayahnya yang lalu. Dari sebuah rancangan kota masa depan yang ayahnya buat di masa lalu, Tony melihat ada suatu pola dimana rancangan itu merupakan pesan untuknya. Tony pun mulai menganalisis rancangan itu di labnya yang super canggih. Kurang dari satu jam dia menemukan suatu susunan elektron, proton, neutron, atau lebih ringkasnya susunan atom baru yang mengandung energi yang sangat besar. Susunan atom tersebut belum pernah ada sebelumnya, karena teknologi masa lalu kurang memadai untuk membuat susunan atom tersebut. Di masa Tony, alat – alat sangatlah canggih. Tetapi menurut komputer canggih buatan Tony, tidak mungkin membuat material baru tersebut. Dengan kejeniusan dan terlalu kreatifnya Tony sampai – sampai dalam pembuatan material tersebut menghancurkan sebagian dari lab dan rumahnya sendiri, Tony berhasil membuat material baru tersebut yang digunakan sebagai generator super penggerak baju perangnya tadi. Bahkan material tersebut dapat menetralisir racun yang ada dalam tubuhnya. Dia pun kembali menyelesaikan permasalahan dengan ilmuwan jahat tadi.

Dari Iron Man 2 ini menginspirasi saya agar tidak pernah menyerah dan mencari jalan keluar dengan cara – cara aneh dan kreatif. Selain itu juga membuat sesuatu yang berguna bagi orang lain.

Bukan hanya Iron Man saja, tetapi peran lain yang di perankan oleh Robert Downey yaitu Sherlock Holmes. Dalam film ini juga menginspirasi saya agar lebih cermat dalam memperhatikan segala detil dalam segala situasi dan juga segala sesuatunya. Lebih sering menggunakan logika – logika dalam menyimpulkan segala sesuatunya, dan juga dalam pengambilan rencana dan tindakan kedepan.



My Way to IPB

27 Juni 2010

Seorang anak rimba asli dari Kalimantan Tengah berangkat dari tanah kediamannya untuk pergi menuntut ilmu di tanah Jawa yang kata orang – orang tempat untuk menuntut ilmu. Pada hari itu aku ditemani oleh Pamanku berangkat menuju Jakarta dengan pesawat terbang Batavia. Berangkat dari kediaman om ku, sekitar setengah jam menuju bandara. Saat sampai dibandara kami menunggu kira kira setengah jam sebelum keberangkatan.

Saat berangkat atau lepas landas merupakan saat yang terbaik bagiku untuk menempuh kehidupan baru yang lebih baik, dan menjadi lebih mandiri. Awalnya naik pesawat terbang biasa saja namun setelah pada ketinggian tertentu, telingaku terasa sakit karena perbedaan tekanan udara. Tekanan itu sampai membuat tuli atau kurangnya sensitivitas pendengaranku. Di pesawat Batavia kami mendapatkan snack berupa roti dan air mineral.

Setelah melewati samudra yang membatasi antara pulau kediamanku Kalimantan, akhirnya akupun sampai di pulau Jawa tepatnya di Bandara Soekarno Hatta. Di bandara itu Alhamdulillah ada julak, kakek keluarga agak jauh dari keluargaku yang tinggal di Jakarta. Beliau merupakan orang yang sangat baik dalam memberikan pertolongan, meski umurnya sudah sangat tua namun beliau tetap bersemangat. Beliau mengantarkan aku dan pamanku menuju kota Bogor.

Sesampai di kota Bogor beliau mengantarkan kami menuju kampus yang kutuju yaitu Insititut Pertanian Bogor (IPB). Di IPB kami sudah sampai malam hari, sehingga agak sulit untuk mencari Gedung Graha Widya Wisuda (GWW) yang akan ku tuju pada esok harinya. Setelah bertanya sana sini akhirnya kami tahu dimana tempat tujuan. Setelah itu kami mencari tempat penginapan. Di IPB ada penginapan Amarilis namun tempat itu sudah penuh. Kami pun mencari tempat lain, ke hotel Berlian, sama, hotel itu juga penuh karena banyak juga anak – anak dari seluruh nusantara yang pada esok harinya juga menuju IPB. Pergi lagi kami ke hotel Branti Mustika (bintang 5), sama disitu juga sudah penuh, hanya tinggal suite room yang harganya 1 jutaan untuk satu malam. Pada akhirnya kami pun berhenti di Hotel Salak, hotel berbintang empat. Entah memang sudah takdir, di hotel itu masih ada kamar kelas eksekutif yang itu memang kamar standar pada hotel itu. Pada weekend, kamar itu memang lagi promosi jadi sekitar lima ratusan untuk satu malam. Memang enak hotel itu(wajar saja kan bintang 4). Julak Alm. Hayhonny pun mengantarkan kami sampai hotel itu. Aku dan pamanku sangat berterima kasih pada beliau. Di hotel itu ada TV, kamar mandi dsb fasilitas hotel bintang 4.

Pagi harinya, kami makan di hotel itu(gratis) karena memang pelayanan untuk tamunya. Alhamdulillah….

Berangkatnya menuju IPB kami naik taksi Blue Bird(pertama kali). Meski mengalami kemacetan di jalan karena saking banyaknya angkot di Bogor. Bogor merupakan kota yang penuh angkot , kota seribu angkot. Saat di GWW banyak sekali yang mengantri. Pamanku menjaga barang barangku, sementara itu aku mengantri untuk registrasi. Banyak sekali, sampai penat kaki. Pada saat registrasi harus memakai baju berkerah dan celana panjang serta sepatu. Disekitar GWW ada kaka kelas yang berteriak teriak suatu daerah, yang setelah kuketahui itu adalah Organisasi Mahasiswa Daerah(OMDA) yang mencari adik – adik kelasnya. Aku mencari OMDA Kalteng (daerahku) tetapi tak muncul. Saat registrasi, semua berkas yang kumiliki kukeluarkan dan yang diminta hanya beberapa saja. Setelah registrasi, kami diajak menuju stand-stand OMDA dan UKM(organisasi ekstrakurikuler) di sekitar GWW. Setelah itu, kami pergi ke Asrama Putra, Pamanku sudah menunggu disana untuk menuju kamar di Asrama ku.

Setelah sampai, julak huny masih menungguku dan pamanku sampai aku selesai urusan asrama. Setelah selesai urusan asrama pamanku dan julak huny pulang ke Jakarta. Mulailah kehidupan di Asrama(dilanjutkan di postingan yang lain). Esok harinya aku masih perlu meregistrasi berkas berkasku, dengan kemeja biru celana bahan hitam aku berangkat ke GWW. Disana perlu mengantri tetapi tak terlalu panjang seperti sebelumnya. Saat registrasi aku kekurangan fotokopi depan raport ku, dengan berlari secepat yang kubisa menuju tempat fotokopi terdekat. Dengan kecepatan yang sama aku kembali ke GWW. Ibu yang memeriksa berkasku tetap menungguku untuk meregistrasi berkas-berkasku. Ada beberapa tempat registrasi berkas. Salah satu Ibu yang memeriksa berkasku agak kagum dengan berkasku. Aku masuk jurusan meteorology, dan aku pernah menjadi juara I Olimpiade Astronomi tingkat kabupaten yang sedikit berhubungan dengan jurusanku. Selain itu juga hobiku meneliti, cocok dengan IPB yang merupakan institute yang sering melakukan penelitian.

Setelah registrasi berkas, kemudian pemeriksaan urin dimana air kencing kita diperiksa. Kemudian tekanan darah, test darah, dan kesehatan. Setelah itu, akhirnya tibalah dimana aku mendapatkan almamater kebesaran IPB. Selain itu juga Jas laboratorium untuk praktikum. Kemudian kami diajak berkeliling lagi ke stand stand sebelumnya. Kemudian pulang ke Asrama. Itulah perjalananku dari Pulau Kalimantan tercinta sampai registrasi di IPB. Aku harus menjadi orang yang berhasil sukses dan lebih baik dari sebelumnya di Institut yang ku masuki ini …. Bismillah…



My Inspiration Story

Cerita Inspirasi I

Dari teman…

Giri namanya, dia adalah teman ku semenjak kelas dua SMP atau sekarang kelas VIII SMP. Dia adalah teman ku yang sangat kreatif, unik dan juga cerdas. Selama aku berteman dengannya, Giri selalu memberikan informasi – informasi yang membuka luas pandanganku selama ini. Awalnya aku yang tak tahu sama sekali tentang komputer, karena aku sering bersama dengan dia, aku jadi lebih tahu tentang komputer. Setelah itu juga tentang pelajaran pelajaran lainnya. Mulai dari belajar komputer, belajar tentang bagaimana main game komputer, tentang bagaimana internet, chatting, sampai penggunaan software komputer dan programming serta desain.

Giri orangnya tak terlalu tertutup, sangat terbuka, dan juga baik kepada semua orang, meski terkadang karena terlalu cerdasnya jawaban yang diharapkan sangat berbeda namun masuk akal. Cara dia bercanda pun sangat jenius, dan ia juga ikut tertawa.

Sesuatu yang mulai menginspirasiku dari giri adalah prestasi – prestasi yang dia dapatkan selama aku berteman dengannya. Dia sangat pandai berbahasa inggris, sampai samapi lolos lomba bahasa inggris tingkat nasional. Padahal sangat jarang dari kota kami samapi ada yang berhasil sampai ke nasional. Bukan hanya bahasa inggris, ia juga berhasil lolos olimpiade komputer sampai tingkat nasional. Kemudian lagi yang paling membanggakan ialah kalau dia dan teman teman SMA ku berhasil tembus tingkat nasional lomba cerdas cermat UUD 1945 saat kelas X SMA. Disitu adalah hal yang membuatku iri. Aku ingin juga bersama – sama dia ikut lomba itu, tetapi karena ilmu dan kemampuan belum cukup memadai untuk mengikuti lomba itu, maka aku tak bisa ikut.

Selain itu, Giri juga merupakan Ketua Osis di SMA N 1 Sampit. Yah, meski tak jadi anggota OSIS, aku tetap bisa ikut kegiatan OSIS, paling tidak bantu bantu. Dia juga mengikuti organisasi kepalangmerahan di sekolah yang aku juga ikuti. Itu pun aku ikut PMR karena ikut – ikutan Giri. Nah kalau di OSIS Giri bisa menjadi ketua, aku di PMR bisa jadi ketuanya, itupun karena Giri sudah jadi ketua Osis, jadinya dia tak bisa rangkap dan aku pun mengisi posisi kosong itu karena terpaksa sudah mendekati perlombaan JUMBARA PMR. Hebatnya lagi, meski dia jadi Ketos yang supersibuk, dia masih bisa mengikuti kegiatan PMR dan lomba lombanya. Giri sangat pandai dalam membagi waktu,terlihat dari prestasinya meski ikut Osis dan PMR, nilai nilainya sangat bagus.

Yang lebih membanggakan lagi ialah ketika ia dipilih menjadi murid yang berkesempatan ke negeri sakura dalam rangka kunjungan budaya. Ia terpilih mungkin karena dia tembus nasional juara olimpiade komputer. Di sana ia sangat menikmati liburannya. Selain itu, dia pergi ke Jepang dengan gratis tis tis tis….

Benar benar liburan, karena tak sama sekali belajar, meski disana juga ia belajar di sekolah jepang. Disana ia belajar kebudayaan, cara berpakaian dan lain – lain. Sampai sampai mempunyai keluarga angkat di Jepang. Kira kira tiga minggu lamanya ia disana.

Begitulah giri, ia sangat menginspirasi ku menjadi orang yang lebih terbuka pandanganku, lebih bisa mengatur waktu dan mendapatkan prestasi yang luar biasa selama hidup di bumi ini. Selain itu juga dia menginspirasi kagar aku juga bisa keluar negeri secara GRATIS ! Okey ! That’s all !

Cerita Inspirasi II

Dari diri sendiri….

Sewaktu kelas X SMA, Alhamdulillah aku berhasil mendapatkan peringkat pertama di kelasku. Sewaktu pengumuman peringkat kelas, ada pengumuman tambahan kalau yang berhasil mendapatkan peringkat kelas wajib untuk mengikuti lomba olimpiade tingkat kabupaten. Awalnya aku tak tahu sama sekali apa itu olimpiade, bagaimana olimpiade itu, apa yang dilombakan, serta olimpiade apa yang bisa aku ikuti serta cocok untukku.

Karena tak tahu apa – apa, aku hanya bisa diam saja dulu. Ternyata dari temanku kudapatkan info kalau lomba yang dilombakan adalah lomba – lomba pelajaran di sekolah seperti geografi, matematika, fisika, kimia, ekonomi, dan lain – lain. Aku masih bingung memilih olimpiade apa yang akan kuikuti. Entah darimana, aku menemukan secarik artikel dari Koran yang memberitakan tentang seorang anak yang berhasil ke negara Rusia karena berhasil lolos olimpiade astronomi tingkat internasional. Disana diceritakan bagaimana dinginnya Negara Rusia saat dia mengikuti lomba astronomi di bagian praktikumnya secara langsung yaitu mengamati bintang – bintang dilangit.

Dari situ aku terinspirasi untuk mengikuti olimpiade astronomi agar aku juga bisa pergi keluar negeri. Aku pun mulai mengikuti bimbingan olimpiade astronomi. Usut asal usut, ternyata peminat untuk olimpiade astronomi sangatlah minim. Selain itu juga bimbingan olimpiade astronomi tak hanya belajar tentang planet, bintang, dan alam semesta tetapi juga tentang fisika dan bahasa inggris serta matematika. Jadi yang mengikuti olimpiade astronomi mesti mengikuti bimbingan yang lebih ekstra daripada olimpiade yang lain. Tetapi bimbingan yang diberikan tak seratus persen dilaksanakan. Ilmu – ilmu yang diberikan hanya sedikit dari banyak ilmu yang ada.

Berkat keseriusan dan ketekunanku dalam mengikuti bimbingan, aku berhasil mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba astronomi tingkat kabupaten. Meski dengan ilmu dan literatur yang sedikit, aku tetap mengikuti lomba astronomi. Terima kasih kepada Bu Yenny dan Pak Isa yang telah memberikan aku kesempatan pada saat itu.

Saat menghadapi soal – soal astronomi, ilmu – ilmu yang kupelajari belum cukup untuk dapat menjawab semua soal yang ada. Karena soal – soal yang ada sangat bervariasi, ada soal astronomi dalam bahasa inggris, soal fisika, dan juga soal metematika. Karena bimbingan yang belum cukup, aku belum berhasil mendapatkan peringkat saat itu. Namun aku tak akan menyerah.

Tahun depannya lagi saat kelas XI SMA aku masih ada satu kesempatan lagi untuk mengikuti olimpiade astronomi sekaligus yang terakhir saat SMA. Dalam bimbingan kali itu, lebih parah lagi daripada tahun sebelumnya. Biasanya ada guru yang mengajarkan tentang posisi perbintangan, kali itu malah tidak ada. Kalau sebelumnya bimbingan fisika dan matematika cukup padat, kali itu malah sangat jarang. Meski demikian, karena aku sudah mengetahui bagaimana bentuk soal yang keluar, aku belajar sendiri dan mencari literatur di perpustakaan ataupun diberikan oleh guru geografi. Pak Isa yang meski hanya guru geografi, dia tetap membimbing para peserta lomba olimpiade astronomi dengan se-gala ilmu yang dia miliki.

Dengan mental dan ilmu serta literatur yang cukup, aku pun mengikuti lagi olimpiade astronomi kali itu. Dengan pemikiran logika, serta perkiraan dan pengetahuan yang aku miliki, aku optimis untuk berhasil di olimpiade astronomi itu. Memang berbeda saat itu dengan tahun sebelumnya yang aku kurang mengetahui tentang olimpiade astronomi.

Alhamdulillah, aku berhasil mendapatkan peringkat pertama lomba astronomi tingkat kabupaten. Selanjutnya setelah tingkat kabupaten, kami berserta pemenang olimpiade lainnya pergi ke tingkat provinsi. Tetapi pada saat tingkat provinsi, kami tak mendapatkan bimbingan lagi. Kami hanya belajar sendiri, berusaha sendiri. Sebelum olimpiade dimulai, ternyata banyak peserta lain yang memiliki literatur yang lebih lengkap dari yang kumiliki. Saat aku mulai mengerjakan soal – soal tingkat provinsi, ternyata berbeda jauh dengan yang tingkat kabupaten. Karena kurangnya literature dan bimbingan dari guru, aku tak bisa ikut lomba ke tingkat selanjutnya.

Meski begitu, aku tak akan menyerah. Disini aku lebih berpikir kalau dunia itu sangatlah luas, diatas langit masih ada langit. Selain itu juga apabila aku lebih besungguh sungguh maka aku akan berhasil. Aku tetap ingin pergi ke luar negeri dengan gratis karena kemampuanku….